Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Masjid Raya Al Aqsha Merauke didirikan dengan peletakan batu pertama oleh Bapak Ors. Yacob Pattipi selaku Pejabat Pembantu Gubernur Wilayah I Propinsi lrian Jaya yang berkududukan di Merauke pada tahun 1980. Pada saat itu jumlah Umat Islam sangat sedikit dan jumlah tempat ibadah hanya beberapa saja, seperti misalnya Masjid Ja'mi,Masjid Baiturahim dan Masjid Nurul Huda ISpadem dan letaknya sangat berjauhan. Pada tahun 1980 ada kunjungan Pejabat Kementerian Dalam Negeri dari Jakarta ke Merauke menanyakan kepada Pejabat Pembantu Gubernur apakah di Kabupaten Merauke sudah ada berdiri Masjid Kabupaten beliau jawab belum ada, sehingga pejabat kementerian meminta kepada Bapak Yacob Patiipi untuk didirikan Masjid Kabupaten, sehingga atas prakarsa beliau memanggil pejabat satuan dinas dan tokoh-tokoh masyarakat yang beragama islam untuk merencakan pendirian masjid Kabupaten, pejabat-pejabat dan tokoh masyarakat pada saat itu antara lain Drs. H. Nasori, Syarbini, H.Padaidi, H.Matto Arsyad, H. Gani dan Abdul Dani. Dan pada tahun 1980 Bapak Yacob Pattibi menghibahkan sebidang tanah dari masyarakat adat Buti yang seluas 24.350 M2 untuk di bangun Masjid Kabupaten. Selama proses Pembangunan dan telah rampung walaupun belum seluruhnya 100 % namun sudah dapat digunakan,sehingga pada tanggal 14 Oktober 1 984 oleh Bapak Yacob Pattipi telah diresmikan penggunaannya untuk umat islam, dan selanjutnya Bapak Yacob Pattipi memberikan nama untuk Masjid tersebut dengan nama " MASJID RAYA AL- AQSHA MERAU atas mufakat dengan tokoh tokoh masyarakat muslim, kata beliau " menqinqat Merauke merupakan wilavah I Pembantu Gubernur Irian Jaya yang kedepan direncanakan menjadi Kota Propinsi (Papua Selatan )
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..